beli barang di Amazone.com

Sabtu, 02 Juli 2011

Populasi, Sampel dan Sampling 1

1.      Populasi
Menurut Arikunto (2005), “populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti, jadi populasi merupakan kesaeluruhan individu yang memiliki karakteristik yang hendak diteliti”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa.kelas X IPS SMA XXX tahun ajaran 2010/2011 terdiri dari lima kelas yang berjumlah 162 siswa,.

2.      Sampel
Populasi dalam suatu penelitian tidak harus diteliti semua karena membutuhkan banyak waktu dan biaya, kecuali jumlah populasi yang akan diteliti sedikit, karena populasi yang akan ditetiti banyak maka dalam penelitian ini menggunakan sampel. Arikunto (2002) mengemukakan bahwa “ Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti”. Selain itu juga menyebutkan bahwa apabila subyek kurang dari 100, lebih baik diambil semua, sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil 10% - 15% atau 20% - 25% atau lebih.
Hal ini selaras dengan pendapat Hadi (2000) bahwa Sampel adalah sejumlah penduduk yang jumplahnya kurang dari populasi dan yang paling sedikit mempunyai sifat yang sama, baik sifat kodrati maupun sifat pengkhususan.
Dari pendapat diatas peneliti menetapkan sampel sebesar 30% dari jumlah populasi, yaitu kelas X IPS SMA XXX tahun ajaran 2010/2011 yang berjumlah 162 siswa, yaitu banyaknya sampel sebanyak 50 siswa.

3.      Sampling
Menurut Arikunto (2005), ”sampling adalah suatu proses yang dilakukan untuk memilih dan mengambil sample secara benar dari suatu populasi”. Menurut Sugiono  (2005) ”sampling adalah cara atau teknik yang dipergunakan untuk mengambil sampel”.
Menurut Sugiono (2003) ada dua cara pengambilan sampel yaitu:
a)   Random sampling
Adalah pengambilan sampel dengan cara tidak memilih-milih individu yang akan dijadikan sampel. Cara pengambilan random sampling ada 3 yaitu:
1)   Undian
2)   Ordinal
3)   Menggunakan tabel bilangan random
b)         Non Random Sampling
Non random sampling adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sampel. Cara pengambilan non random sampling ada beberapa macam:
1)      Proporsional sampling: Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. Teknik ini meliputi, simpel random sampling, proportionate stratified random sampling, dispropotionate stratifiedrandom, sampling area (cluster) sampling (sampling menurut daerah).
2)      Stratified sampling: Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat.
3)      Purposive sampling: Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri atau sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri maupun sifat populasi yang sudah diketahui.
4)      Quota sampling: Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik.
5)      Double sampling atau sampling kembar: Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar.
            Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan proporsional random sampling yang digumakn karena populasinya mempunyai beraneka ragam, dengan cara undian. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

wes wong piro