beli barang di Amazone.com

Sabtu, 13 Agustus 2011

Faktor yang Mempengaruhi Lingkungan Belajar


Faktor lingkungan yang berpengaruh pada belajar siswa pada dasarnya dibagi menjadi :
1)      Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga menurut KH. Dewantara dalam Ahmadi dan Uhbiyati (2001 : 176) adalah “Keluarga dikenal sebagai rangkaian kata dari kawula dan warga. Kawula artinya abdi atau hamba, sedangkan warga artinya anggota. Sebagai abdi di dalam keluarga wajiblah seseorang di situ menyerahkan segala kepentingannya kepada keluarganya. Sebaliknya sebagai warga atau anggota ia berhak sepenuhnya mengurus segala kepentingan dalam keluarganya”. Kalau ditinjau dari ilmu sosiologinya, masih menurut Ahmadi dan Uhbiyati (2001 : 177) .”Keluarga adalah bentuk masyarakat yang terdiri dari beberapa individu yang terikat atau keturunan yakni kesatuan antara ayah-ibu dan anak-anak yang merupakan kesatuan masyarakat”.
Peran keluarga dalam pendidikan anak sangatlah penting, mengingat keluarga adalah tempat pendidikan yang pertama, maka peran keluarga dalam membentuk individu sangat besar. Dalam lingkungan keluarga juga merupakan ajang dimana sifat-sifat kepribadian anak terbentuk pertama kali. Anak adalah anggota keluarga, dimana orang tua adalah pemimpin keluarga yang bertanggung jawab atas keselamatan keluarga. Purwanto (2000 : 88) mengemukakan bahwa “Pendidikan orang tua terhadap anak-anaknya adalah dalam pendidikan yang kepada rasa kasih sayang”. Tetapi pendidikan yang berdasarkan rasa kasih sayang ini harus dijaga jangan sampai berubah menjadi memanjakan. Kasih sayang harus dilengkapi dengan pandangan yang sehat tentang sikap orang tua terhadap anak.
2)      Lingkungan Sekolah
Idris (2000 : 69) berpendapat bahwa “Sekolah ialah suatu lembaga dengan organisasi yang tersusun rapi. Segala aktivitasnya direncanakan dengan sengaja yang disebut kurikulum”. Disamping keluarga sebagai pusat pendidikan, sekolah juga mempunyai fungsi sebagai pusat pendidikan untuk pembentukan pribadi anak. Karena sekolah itu sengaja disediakan atau dibangun khusus tempat pendidikan, maka sekolah dapat digolongkan sebagai pusat pendidikan kedua setelah keluarga, sehingga mempunyai fungsi melanjutkan pendidikan keluarga dengan guru sebagai ganti orang tua yang harus ditaati. Hal ini sesuai dengan pendapat Ahmadi dan Uhbiyati (2001 : 180) bahwa “Sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan karena pengaruhnya besar sekali pada jiwa anak”.
Keadaan gedung sekolah yang kurang memenuhi syarat juga menghambat proses belajar mengajar, misalnya tempat sekeliling sekolah ramai karena dekat pasar atau pabrik, maka akan mengganggu konsentrasi belajar siswa. Selain itu juga ruangan kelas yang pengap karena ventilasi kurang sehingga sirkulasi udara tidak lancar. Keadaan kelas yang tidak sesuai dengan jumlah penghuninya menyebabkan ruangan kelas terasa sempit, dan akhirnya situasi belajar tidak berjalan dengan baik. Sekolah yang mempunyai gedung dan ruang belajar yang memadai, cukup memiliki alat-alat perlengkapan belajar ditambah dengan kecakapan guru dalam menggunakan alat-alat tersebut akan mempermudah belajar siswa. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, maka hasil belajarnya akan lebih maju.
3)      Lingkungan Masyarakat
Masyarakat menurut Purwanto (2000 : 161) “Masyarakat adalah manusia-manusia lain di sekitar individu  yang bersangkutan”. Masyarakat merupakan lembaga pendidikan yang ketiga sesudah keluarga dan sekolah mempunyai sifat dan fungsi yang berbeda karena keanekaragaman budaya, bentuk kehidupan sosial serta adanya norma-norna yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Hal ini sesuai dengan Ahmadi dan Uhbiyati (2001 : 184) bahwa “Setiap masyarakat dimanapun berada tentu mempunyai karakteristik tersendiri sebagai norma khas dibidang sosial budaya yang berbeda dengan karakteristik masyarakat lain”. Norma-norma sosial budaya yang berpengaruh dalam masyarakat tersebut merupakan aturan yang ditularkan oleh generasi tua kepada generasi muda yang bisa disebut dengan proses pendidikan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

wes wong piro